alat musik

Februari 25, 2010 at 6:03 pm (alat musik) ()

1. drum

TIPS BERMAIN DRUM

1. Selalu menggunakan EAR PLUG (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. Sekarang banyak pemain drum yang telah mengidap penyakit tinnitus (kuping mendengung) dan sampai sekarang obatnya masih belum ada. Sayangilah pendengaran anda.

2. Biasakan menggunakan METRONOME setiap kali berlatih sehingga tempo anda senantiasa stabil.

4. Selalu menyiapkan STICK sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil.

5. Jangan terlalu CEPAT PUAS dengan ilmu yang telah anda dapat. Cobalah menambah ilmu lagi dengan cara belajar dari guru drum yang berbeda atau dari teman anda yang lebih berpengalaman.

6. Jangan terlalu FANATIK pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan anda menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan anda dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada.

7. Dalam permainan drum harus melibatkan FEEL atau dengan kata lain harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan semakin bagus. Itu salah! Dan juga jangan berpikir bahwa semakin cepat anda bermain semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas.

8. Selalu berlatih dari TEMPO yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Anda harus belajar berjalan dulu baru bisa lari.

9. DENGARKAN pada musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain.

10. Jadilah pemain drum yang KREATIF, beri variasi pada setiap permainan drum yang anda dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang ‘baru’, masih banyak variasi baru yang bisa anda dapatkan.

Note: Untuk EAR PLUG anda dapat membelinya di apotik yang besar atau di toko yang menjual perlengakapan militer. Untuk metronome disetiap toko musi pasti ada, dan carilah yang digital.

2. piano

TIPS BELAJAR PIANO

Di negeri ini sebagian besar musisi yang sukses dalam industri musik adalah seorang otodidak. Sementara musisi akademis sangat jarang terlihat. Betulkah persoalan otodidak vs akademis adalah persoalan hitam vs putih? Tentu tidak sesederhana itu. Tetapi persoalan itu akan dibahas lain kali. Tetapi kenyataannya adalah bahwa mereka yang mengaku otodidak sebenarnya juga menggunakan ilmu-ilmu akademis meskipun tanpa disadarinya.

Persoalan otodidak-akademis adalah persoalan duluan mana antara ayam-telur. Maka mari singkirkan dahulu perdebatan tentang “ayam-telur” tersebut. Yang lebih penting kali ini adalah bagaimana menjadi seorang otodidak yang sukses? (tentu saja kata sukses disini bukan berarti sukses secara materi tetapi sukses mendapat ilmu tarian jawa).

Syarat utama untuk seorang otodidak adalah kemauan keras. Karena untuk mendapatkan sebuah ilmu seseorang otodidak harus “mencari sendiri”. Berbeda dengan kondisi dalam sebuah lembaga pendidikan. Apa saja yang harus dipelajari hingga tahapan materi yang mesti dipelajari telah disusun secara sistematis (meskipun banyak juga lembaga pendidikan musik yang sama sekali tidak memiliki sistem pengajaran. Ini parah sekali ). Tetapi sesungguhnya materi yang akan dipelajari oleh otodidak maupun akademis adalah sama. Maka kuncinya adalah pahami dahulu “petanya” agar tidak tersesat. Jika belajar dengan buku, bedakanlah antara buku yang memberi ilmu secara “instan” dengan buku yang membahas suatu masalah dari pokok persoalannya. Hal ini hampir sama dengan ungkapan: berilah kail jangan cuma ikan. Dengan pengetahuan yang mengakar membuat banyak persoalan menjadi jauh lebih mudah dipecahkan. Berbeda dengan pengetahuan yang bersifat instan yang hanya memberi satu jawaban untuk satu persoalan.

Lembaga pendidikan seperti dj school bagi yang belajar musik di lembaga pendidikan, tempat kursus, ataupun private di rumah, tentu bebannya jauh lebih sedikit. Karena materi telah dipersiapkan. Sehingga siswa tinggal berkonsentrasi menerima pelajaran yang diberikan. Tetapi perlu diwaspadai, karena tidak semua lembaga pendidikan musik memiliki sdm dan sistem yang kredibel. Kesuksesan sebuah proses belajar mengajar tergantung dari tiga faktor: pendidik, anak didik, dan sistem pengajarannya.
Jadi belajar di manapun, asalkan ketiga faktornya mendukung, tentu hasilnya akan memuaskan. Persoalannya kemudian adalah, bagai mana cara mengetahui (terutama) seorang pendidik musik dan sistem pengajarannya cukup bagus? Seorang pemain yang bagus belum tentu dapat menjadi pendidik yang bagus. Sebelum memutuskan untuk belajar pada lembaga pendidikan tertentu atau seseorang yang dapat mengajar musik, lebih baik tanyakan dahulu tentang silabus pengajarannya.

3. biola

TIPS LATIHAN BIOLA

Anda yang Kursus Musik atau Les Musik khususnya Biola, memang sering mengalami kendala dalam memproduksi suara yang benar dan Bulat (Musik Course).

Sebenarnya Suara yang bulat itu yang seperti apa..??

Biola bisa mengeluarkan suara yang bulat apabila teknik kita secara keseluruhan sudah mendekati benar. Menurut saya belum ada orang yang bisa mencapai Benar… Nahhh untuk melatihnya, seperti apa PR yang harus di latihhh..???Silahkan lihat  Kursus Music.

Untuk tangan kanan, kita harus melatih dengan Nada panjang. Dan ini adalah hal yang paling membosankan bagi pemain biola. Bayangkan saja kita menggesek satu persatu senar selama 15 menit setiap senarnya. Yahhhh inilah yang dilakukan oleh orang Eropa untuk mendapatkan produksi suara yang baik dari biolanya(Les Music).

Tapi anda tak usah khawatir bosan dengan nada panjang yang dilakukan rutin setiap hari. Karena bila anda telah mendapatkannya (menemukan yang diinginkan), Anda akan senang dan enjoy dalam melakukannya. Dan anda akan menemukannya secara tidak sengaja (Music course).

Langkah yang perlu diperhatikan dalam melakukan Nada panjang ini adalah,, Berdiri dengan tegap, posisi sempurna, Berdiri didepan kaca cermin(kalau tidak ada kaca cermin yang panjang, berdirilah di depan kaca jendela yang sedikit memantul (Tempat Kursus). Nah di sana tugas anda adalah, Pasang biola anda pada posisi yang benar dan enak di tubuh anda. Kemudian anda lihat ke kaca, apakah posisi yang anda lakukan enak untuk di pandang ( anggap anda adalah penonton anda sendiri dan akan merasa tidak nyaman bila seorang solois biola salah dalam memegang biolanya ). Langkah berikutnya adalah gesek biola anda 1 senar dulu, Yaitu senar A ( no 2 ). Gesek panjang mulai dari turun selama 4 Ketukan dengan metronome tempo 90. dan terus naik, turun. ( ingat Harus Full Bow dari paling atas hingga paling bawah )

Sampai anda enjoy untuk melakukannya. Jangan tegang. Bila anda tegang anda akan merasakan pegal yang amat sangat. Setelah anda merasa enjoy Kemudian dilanjutkan juga di senar berikutnya D, E dan G. Ini buat anda yang ingin serius dalam belajar Musik Klasik. Bagi anda yang tidak terlalu suka musik klasik/hanya ingin asal bisa bermain biola mungkin anda akan merasa sangat bosan dan ingin berhenti melakukannya. Baiklah Jika anda bosan ringankanlah waktu untuk menggeseknya jadi lebih singkat. Yaitu 10 Menit atau kurangi lagi hingga 5 menit/senarnnya. Lakukan setiap hari. Buktikan hasilnya dalam waktu 4-7hari.untuk menggesek biola,,, anda harus siap dan percaya diri.angkatlah tangan kanan anda,, dengan memegan bow siap untuk menggesek senar. kemudian ayunkan tangan anda ke arah bawah dan gesek senar dengan halus dari pangkal hingga ujung.. Bayangkan sebuah pesawat yang telah mendarat di landasan. Jangan jatuhkan bow anda ke senar dengan kasar atau seperti pesawat yang jatuh.. dan lakukan bbeberapa kali hingga anda merasa nyaman dan terbiasa.

Untuk tekanannya,, saat bow pada posisi pangkal usahakan kurangi tekanan. Kemudian gesek berlahan-lahan dengan semakin ke ujung semakin ditekan. Setelah dari ujung kembali kepangkal dalam keadaan masih ditekan dan semakin ke pangkal semakin kurangi tekanan. Ulangi terus hingga anda merasa lebih nyaman dan terbiasa. Usahakan suara selalu setabil. Terus cari agar bisa setabil gesekannya.

Lakukan selama 4-7 hari maka anda akan merasakan perkembangan anda.. Bila anda melakukan dengan benar. Saya sarankan untuk mengikuti Les Musik atau mencari Tempat Kursus Musik di daerah anda.]


4. gitar

5 Jurus Bermain Gitar

Minimnya skill bermain gitar membuat suasana fellowship di berbagai persekutuan kantor kadang jadi kaku dan kurang bergairah. Skill semacam ini memanng tidak hanya didapat dalam waktu singkat. Tapi 5 jurus singkat gL! di hawah ini mungkin dapat membantu jika Anda melatihnya secara konsisten selama minimal 3 hulan, dan setiap harinya selamma 1 hingga 2 jam.

Jurus 1: jangan Lupa Kunci

Kunci adalah nyawa dari permainan gitar. Tanpa kunci, meski kita tahu semua jurus ritem, dijamin kita tidak akan pernah tahu bunyinya seperti apa. Pelajarilah semua kunci dasar seperti C, D, E, F, (3, A, B) beserta semua bentuk minor dan #nya (kecuali untuk kunci B memakai bentuk Bb). Biasanya buku tentang kunci-kunci ini dijual bebas di pasaran. Satu tips yang patut diingat, sebenarnya bentuknya begitu-begitu saja. Jangan dibuat pusing dengan nama-nama yang berbeda. Contoh: bila kunci C digeser sejauh 2 fret akan menghasilkan kunci D, padahal bentuknya sama, hanya letaknya yang berbeda.

Jurus 2: Dua Teknik Dasar

PETIKAN: Ketika memetik gitar, tidak perlu membayangkan harus seperti lagu “KKEB”-nya Andre Hehanusa atau “Tears In Heaven”-nya Eric Clapton. Sebaliknya, petiklah dengan sederhana seperti 3 contoh berikut ini:

Perhatikan posisi jari: jari jempol untuk 3 senar bas, sedangkan 3 senar lainnya dipetik oleh 3 jari pada gamhar.
Penyederhanaan: jari jempol=1, jari telunjuk=2, jari tenguh=3 dan jari minis=4.
1. 1-2-3.4.3-2 dengan l berpindah-pindah bas
2. 1-2-3-4-2 dengan 34 dipetik bersamaan
3. 1.234 dengan 234 dipetik hersamaan sebanyak 3x.

Setelah Anda nmencoba ketiganya, GABUNGKAN SEMUA TEKNIK! Memainkan lagu KKEB bukan impian lagi.

RITEM: Ini hal yang sebetulnya sederhana. Kalau pengamen jalanan saja tekniknya bagus, mengapa kita tidak? Alasan utama ketidak-mampuan ini adalah kurangnya latihan. Jika Anda sungguh serius, sisihkan waktu untuk melatihnya minimal 1 jam sehari. Latihan: Untuk ritem sederhananya dibagi menjadi ritem ke bawah dan ke atas. Untuk ke bawah= l dan ke atas=2.
1. 1-1-2-2-1
2. 1-2-2-1-2-2-1

Jurus 3: Jangan Lupa Bawa Buku Nyanyian

Sekarang buku lagu-lagu Praise & Worship yang lazim digunakan dan sudah banyak dijual bebas di pasaran. Biasanya apa yang tertera di buku-buku semacam ini sudah disederhanakan sehingga menyanyikannya pun mudah saja.

Jurus 4: Berlatih Running Chord Untuk Bermazmur

Sebelum kita bisa membawa orang lain agar mengalami saat yang indah dalam memuji & bermazmur bagi-Nya, kita harus mengalaminya terlebih dulu. Cobalah untuk berdiam diri dengan bermazmur bagi-Nya dengan menggunakan running chord 4/4 seperti misalnya (jika bermain di kunci C): C-F, C-AmDm-G, F-Em-Dm-G. Semakin sering dilantunkan, feeling Anda akan semakin terasah dan Anda akan terheran-heran melihat perkembangan skill Anda.

Jurus 5: Percaya Diri

Percaya diri! That’s the best thing. Walau Anda banyak melakukan kesalahan (terutama biasanya salah kunci), lanjutkan saja dengan tertawa bersama teman-teman Anda. Dijamin, mereka semua pasti ikut tersenyum. Toh pada akhirnya, bukan permainan gitar/nyanyian kita yang diterima oleh-Nya, tapi kesungguhan hati kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: